|
|
|
|
Pemikiran utama terhadap pertimbangan desain rumah tinggal ini adalah keinginan untuk merespon keadaan kota Jakarta yang crowded dan chaotic , serta kondisi lingkungan kota Jakarta yang “keras“, yakni lingkungan yang gersang dan minimnya penghijauan. Harapannya adalah bangunan ini dapat menjadi penyeimbang keadaan kota (konteksnya). Hal ini yang mendorong arsitek untuk mendesain bangunan yang “tenang”; yakni jauh dari hiruk-pikuk kota dan mengintegrasikan unsur taman ke dalam ruangan.
Proses awal desain ditekankan kepada pengolahan ruang secara tiga dimensional. Taman menjadi elemen utama pembentukan dan penyusunan ruang-ruang dalam. Integrasi taman dalam bangunan diciptkan dengan menempatkan courtyard yang membentuk void yang terbuka transparan ke arah langit, sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam setiap bagian ruangan. Pembentukan bayangan akibat defleksi cahaya dan rotasi bumi, memberikan pengalaman ruang yang berbeda-beda setiap waktu.